Berita

OJK Bersama UM Lampung Kenalkan Fintech di Kalangan Mahasiswa

Tanggal Posting : 25-09-2018 | 19:17:11
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Lampung menggelar kegiatan OJK Mengajar mengusung tema “Mengenal Lebih Dekat OJK dan Financial Technology”. Kegiatan yang merupakan Budaya Kerja Inspiratif (TAPIS) ini dilaksanakan di Universitas Muhammadiyah Lampung.

Rektor UML Dalman mengatakan, sanga mendukung dan mengapresiasi kegiatan OJK mengajar dikampusnya tersebut. Dan menurut dia, sudah selayaknya mahasiswa yang hidup di generasi millenial penting dan paham mengenai fintech.


“Tidak bisa dipungkiri di setiap harinya para mahasiswa sekarang ini selalu menggunakan jasa teknologi digitalisasi. Jadi intinya dengan bertambahnya ilmu mengenai fintech diharapkan para mahasiswa dapat lebih bijak dalam menilai layanan jasa fintech,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Lampung, Indra Krisna usai acara OJK Mengajar, Kamis (20/9), mengatakan, Tujuan diadakannya acara ini yakni agar mahasiswa lebih paham mengenai apa itu OJK dan tugas-tugas OJK, sehingga dengan pemahaman tersebut, pihaknya berharap mahasiswa yang sebagai ujung tombak dapat  menyampaikan kepada masyarakat.

“Sektor jasa keuangan yang berada di bawah pengawasan OJK antara lain perbankan, asuransi, perusahaan pembiayaan, pegadaian, dana pensiun dan pasar modal. OJK dibentuk dengan tujuan agar keseluruhan kegiatan dalam sektor jasa keuangan dapat terselenggara secara teratur, adil, transparan, dan akuntabel; mampu mewujudkan sistem keuangan yang tumbuh secara berkelanjutan dan stabil; serta mampu melindungi kepentingan konsumen dan masyarakat,” tuturnya.

Kemudian, pada kesempatan yang sama, Indra juga menjelaskan kepada mahasiswa mengenai Financial Technology atau Fintech. supaya finte h bisa diterima dan di masyarajat tidak terjadi hal yg tidak diinginkan, kami mlkukn gidak hanya di lampung, ini universitas swata dan ketiga di lampung.

Ada 64 perusahaan fintech yang sudah terdaftar di OJK dan hanya ada 1 fintech yang baru berizin di OJK. “Merujuk peraturan OJK Nomor 77/POJK.01/2016 Tentang Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi, terdapat perbedaan status berizin dan terdaftar,” ucapnya.

Pihaknya menghimbau, kepada perusahaan fintech yang sudah terdaftar di OJK agar pelan-pelan memenuhi aturan seperti aturan kepengurusan, permodalan dan lain-lain. Tujuannya, untuk melindungi kepentingan konsumen terkait keamanan dana dan data, serta kepentingan nasional terkait pencegahan pencucian uang, pendanaan terorisme, dan stabilitas sistem keuangan. “Ada satu perusahaan fintech yang berkantor pusat di Lampung yang saat ini sedang dalam proses pengurusan perizinan,” tambahnya.

“Dengan disampaikannya materi dan pentingnya informasi mengenai perusahaan fintech, diharapkan mahasiswa bisa menyampaikan kepada masyarakat agar tidak terjadi hal-hal yang tidak inginkan,” ucapnya.

Lihat Berita Lainnya »

Berita Terbaru


Downloads Informasi Perkuliahan

..........................................................................